Pembuatan Cocopeat Anak SD di Batang-Batang Daya


Media tanam yang umumnya digunakan ialah tanah, namun dalam kesempataan kegiatan KKN tematik dari Universitas Trunojoyo tahun 2017, kelompok KKN yang berlabel KKN 43 melakukan pengabdiannya kepada anak-anak desa Batang-Batang Daya untuk berkebun dengan menggunakan media tanam cocopeat. Cocopeat adalah media tanam alternatif yang digunakan untuk kegiatan budidaya yang sering disebut dengan coco fiber atau coco coir. Media tanam ini berasal dari sabut kelapa. Kegiatan ini berasaskan pemanfaatan limbah yang dimodifikasi dengan semenarik mungkin.
Tanaman kelapa adalah salah satu jenis tanaman yang mendominasi di desa Batang-Batang Daya, namun pemanfaatan tanaman ini masih perlu dioptimalkan. Bagian dari sabut kelapa yang dihasilkan masih dianggap limbah atau belum termanfaatkan, oleh karena itu dengan adanya program ini diharapkan potensi pertanian tanaman kelapa dapat termanfaatkan secara optimal. Selain itu dapat membantu mengatasi masalah krisis air dalam bidang pertanian karena sifatnya yang mampu menahan air.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan alat dan bahan oleh KKN 43.  Berkebun dengan media tanaman cocopeat terasa sangat menyenangkan. Hal ini dapat dibuktikan pada keceriaan dalam raut wajah anak-anak SDN Batang-Batang Daya 2 dan SDN Batang-Batang 5 yang berjumlah kurang lebih 50 anak. Kebahagian yang terpancar ini menggambarkan mereka menerima dan merasa senang dengan kegiatan yang diadakan KKN 43. Tidak hanya belajar membuat media tanam cocopeat, anak-anak juga dibimbing untuk membuat saluran irigasi dengan menggunakan botol plastik bekas  yang dilukis dengan gambar-gambar yang sangat menarik. Sistem irigasi ini dibuat dalam irigasi tetes untuk tanaman gantung. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari kepala sekolah yang dibuktikan dengan pengaplikasian hasil karya anak didiknya dilingkungan sekolah masing-masing.
Selain mengetahui  pembuatan cocopeat secara teknis, dalam kegiatan tersebut KKN 43 berhasil merubah mindset anak-anak bahwa berkebun tidak harus menggunakan tanah sebagai media tanamnya, sehingga dari kegiatan ini dapat diperoleh output antara lain anak-anak mengenal dan dapat membuat media tanam alternatif dengan memanfaatkan limbah, dapat mengenal sistem irigasi sederhana, dan terciptanya kreativitas dalam diri mereka.

Comments

Popular Posts