SURGA TERSEMBUNYI BATANG-BATANG DAYA


Bukit jurut begitulah sebutan masyarakat desa Batang-Batang Daya kecamatan Batang-batang kabupaten Sumenep. Kata jurut berasal dari bahasa Madura yang berarti runtuh atau roboh yang merupakan bukit yang terbentuk secara alami yang berasal dari sisa penambangan pasir bertahun-tahun yang lalu. Bukit ini Nampak indah dengan warna merah keemasan, pemandangan alam sekitar bukit seperti lambaian nyiur menambah keindahan bukit ini sehingga tidak membosankan mata yang memandangnya. Konon katanya dahulu bukit ini digunakan sebagai ladang penghasilan bagi penambang pasir di Batang-Batang Daya, namun kini kegiatan penambangan itu diberhentikan karena dikhawatirkan eksploitasi pasir yang dilakukan secara terus menerus dapat mengganggu hasil produksi pohon kelapa yang tumbuh disekitar area bukit. Menurut warga sekitar, bukit tersebut merupakan milik mantan kepala desa Batang-Batang Daya. Saat ini siapa sangka bekas penambangan pasir tanpa adanya unsur campur tangan manusia membentuk bongkahan-bongkahan tanah padat seperti bebatuan dalam goa yang menjulang tinggi seperti bukit yang Nampak indah dan tak jauh berbeda dengan bukit kapur jaddih di Bangkalan, hanya saja berbeda di warnanya saja. Memang surga tersembunyi yang terletak di balik hutan. Namun, tak jarang juga yang mengabadikan momennya di bukit jurut tersebut.

Comments

Popular Posts